Senin, 09 Februari 2015

Analisis Keramik lantai meledak atau mengembung atau popping dan cara memperbaikinya.

Kali ini kami akan membahas salah satu permasalahan bangunan yang mungkin Anda pernah mengalaminya. Popping atau kondisi dimana keramik lantai mengembung atau pecah atau meledak sering terjadi pada rumah berlantaikan keramik. Kali ini kami akan membahas salah satu projec kami dimana kami diinstuksikan untuk memperbaiki masalah popping ini di salah satu cabang bank swasta di denpasar. Sebelum di teknis kerja, mari kita coba analisa kenapa masalah ini bisa terjadi.

Pertama mari kita lihat kondisi lokasi msalahnya. Popping ini terjadi di lantai 2 sebuah gedung perbankkan. Ruangan ber AC, ada jendela kaca yang selalu tertututp korden. Areal popping ini di belakang counter Teller. Tidak ada barang-barang berat yang lalu lalang. 

Kedua mari kita analisa dari awal, faktor-faktor apa saja yang memungkinkan menyebabkan terjadinya popping ini. Dari beberapa literatur yang saya baca, berikut adalah hal-hal yang mungkin menjadi penyebabnya:

1. Semen sebagai perekat keramik tak dapat berfungsi dengan baik. Bisa jadi karena kualitas adukan semen dan pasir tersebut memang kurang bagus atau tidak seimbang perbandingannya hingga tak dapat mereka pada permukaan semen dan permukaan lantai kerja yakni dag beton (karena ini lantai 2). Dari analisa di lapangan saya cenderung mendapat jawaban karena hal ini, itu karena saat keramik yang pecah kami bongkar dan saya coba pukul-pukul bekas spesinya terdengar suara kosong yang menandakan ada celah diantara spesi dan dag betonnya. hak tersebut menandakan campuran spesi nya tidak berfungsi dengan baik. pada kondisi ini kami tidak bisa mengatasi dengan membongkar semua lapisan spesinya karena memperhitungkan bagian yang terdengar kosong cuma di 1 keramik dan akan membutuhkan waktu yang lebih lama dimana kami dituntut kerja cepat karena banknya tutup jam 6 sore sedangkan kami baru bisa masuk jam 4 sore jadi waktu kami terbatas.

2. Pada saat sebelum pemasangan, keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air. Semestinya kesalahan ini tidak mungkin terjadi karena bangunan ini untuk perusahaan swasta yang notabene pengawasannya pasti ketat.

3. Lantai keramik tersebut memikul beban yang berlebih. Biasanya terjadi pada ruangan yang difungsikan sebagai gudang, bengkel dan lain-lain. Dan ini juga tidak mungkin, karena di lokasi pecahnya tidak ada barang yang terlalu berat paling berat cuma mesin penghitung uang dan sy sempat menggesernya dan sepertinya tidak akan menyebabkan keretakan itu.

4. Bagian nat tidak seluruhnya terisi oleh semen. Saya amati bagian nat keramiknya saya rasa tidak ada masalah.

5. Pemuaian karena kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas. mengingat lokasi pupping berada dalam ruangan berac dan jendelanya selalu ditutup korden, sepertinya kemungkinan kecil kalau deisebabkan karena pemuaian cuaca, pemuaian cuaca akan berpengaruh besar pada keramik outdoor.

Nah dari analisis faktor-faktor penyebab pupping diatas, yang paling mendekati penyebab pupping di lokasi kerja kami adalah yang no 1. Agar pemasangan keramik bisa mengejar waktu kerja maka kami memakai semen MU 480 dimana memiliki kekuatan rekat yang tinggi dan cepat kering (bukan promosi).


Pertama, satu orang tukang bertugas membongkar keramik yang meledak, sambil mengecek keramik yang lain dengan cara memukul-mukulnya, kalau terdengar suara kosong berarti keramik itu akan segera mengalami popping so kita bongkar aja sekalian. nah satu tukang lagi mempersiapkan adukan semen MU 480. Buat campurannya tidak terlalu encer tapi tidak terlalu kental.


Kedua, setelah bongkaran selesai, satu orang langsung menurunkan bekas keramik dan membuangnya, tukang yang lain mulai memasang keramiknya, kami tidak merendam keramiknya karena dilokasi tidak memungkinkan tapi karena kami memakai semen MU480, faktor tanpa perendaman tidak akan menjadi masalah.



Ketiga, karena semen MU480 ini cepat kering maka kami bisa langsung mengisi nat keramiknya tp dengan semen MU480 juga biar nyambung dan kebetulan nat yang lain warnanya warna semen.


Done 

Keempat, kami selalu menjaga kebersihan tempat kerja, jadi setelah selesai dikerjakan kami langsung bersih-bersih. Setelah beres kami melapor bahwa pekerjaan selesai dan pulang.

Kami yakin dengan cara kerja kami menangani masalah popping ini karena kerjaan yang sama sebelumnya sudah berumur tiga tahun tetapi tidak terjadi masalah popping lagi. "It's Work" heheeh.

Demikian sharing yang bisa kami berikan kalau ada yang salah mohon dikoreksi dan Bagi Anda yang punya cara lain yang real telah dipraktekkan silahkan di sharing disini. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

komentar adalah bagian dari iman

INIKAH YANG ANDA TANYAKAN?

DESIGN KEREN